Human trafficking: Tinjauan Viktimologis di Wilayah Sulawesi Tenggara
Abstract
Human trafficking is a serious crime that constitutes a grave violation of human rights and continues to occur in various regions of Indonesia, including within the jurisdiction of the Southeast Sulawesi Regional Police. This study aims to analyze the causal factors, the role of victims, and the efforts to combat human trafficking from a victimological perspective. The research employs normative legal research combined with an empirical approach, with data collected through interviews and literature review. The findings indicate that cases of human trafficking in Southeast Sulawesi occurred during the 2023–2024 period, with 14 cases recorded in 2023 and 11 cases in 2024. The primary contributing factors include economic hardship, environmental influences, opportunity structures, and low levels of education. From a victimological perspective, victims are positioned as vulnerable individuals due to economic pressure, trust-based social relations, and limited legal literacy, making them highly susceptible to victimization. The study also reveals that victims play a passive role in the occurrence of the crime; however, this should not be interpreted as victim culpability, but rather as an indication of the failure of social and legal protection systems to safeguard vulnerable groups. Efforts to combat human trafficking are carried out through preventive, repressive, and victim protection approaches, including public awareness campaigns, law enforcement actions against perpetrators, and the provision of restitution, rehabilitation, and legal protection for victims. This study emphasizes the importance of a victimological approach in policies addressing human trafficking, ensuring that law enforcement is not solely perpetrator-oriented but also focused on the protection and recovery of victims.
References
Agostiono. (2024). Implementasi kebijakan publik model Van Meter dan Van Horn. Diakses dari http://kertyawitaradya.wordpress.com
Akib, H., & Tarigan, A. (2008). Artikulasi konsep implementasi kebijakan: Perspektif, model, dan kriteria pengukurannya. Jurnal Baca, 1, 117.
Asshiddiqie, J. (2006). Perihal undang-undang. Jakarta: Konstitusi Press & PT Syaami Cipta Media.
Chazawi, A. (2002). Pelajaran hukum pidana. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Chazawi, A. (2005). Pelajaran hukum pidana 1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Chazawi, A. (2013). Hukum pidana bagian 1. Jakarta: Rajawali Pers.
Gosita, A. (2014). Masalah korban kejahatan. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.
Hartomo. (2010). Penyidik dan penegakan hukum melalui pendekatan hukum progresif. Jakarta: Sinar Grafika.
Herda, A. R., & Arifin, R. (2019). Perlindungan hukum bagi korban tindak pidana perdagangan orang di Indonesia. Res Judicata, 2(1), 170.
Hatta, M. (2012). Tindak pidana perdagangan orang dalam teori dan praktik. Yogyakarta: Liberty.
Lamintang. (1997). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Laden, M. (2008). Asas, teori, praktik hukum pidana. Bandung: Sinar Grafika.
Mahrus, A. (2011). Dasar-dasar hukum pidana. Jakarta: Sinar Grafika.
Meliana, Y. (2021). Kajian yuridis tentang perlindungan hak asasi manusia dalam kehidupan bernegara di Indonesia ditinjau dari Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Justici, 13(1). Diakses dari http://117.74.115.107/index.php/justici/article/download/401/118
Muzaffar, C., et al. (2017). Human’s wrong: Rekor buruk dominasi Barat atas HAM. Yogyakarta: Pilar Media.
Nugroho, W. (2013). Menyusun undang-undang yang responsif dan partisipatif berdasarkan cita hukum Pancasila. Jurnal Legislasi Indonesia, 10(3).
Rahardjo, S. (2004). Ilmu hukum. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Sinlaeo, P. (2017). Tindak pidana perdagangan manusia. Malang: Setara Press.
Soepapto, M. F. I. (2012). Ilmu perundang-undangan: Jenis, fungsi, dan materi muatan (Cet. ke-13). Yogyakarta: Kanisius.
Syamsuddin, A. (2011). Tindak pidana khusus. Jakarta: Sinar Grafika.
Ulil, A. (2018). Tinjauan viktimologis terhadap tindak pidana pelanggaran hak cipta (pembajakan DVD karya Rhoma Irama). Makassar: Universitas Hasanuddin.
Waluyo, B. (2014). Viktimologi perlindungan korban dan saksi. Jakarta: Sinar Grafika.
Yulia, R. (2021). Viktimologi: Perlindungan hukum terhadap korban kejahatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Peraturan Perundang-undangan & Instrumen Internasional
Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children, Supplementing the United Nations Convention Against Transnational Organized Crime.
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.
Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tata Cara Perlindungan terhadap Korban dan Saksi dalam Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat.














